Muka
Berita
Artikel & Publikasi
Pengumuman
Profil
Hubungi Kami
 
           -  Publikasi  -  Pengumuman  -  Laporan
Fokus Berita
China Minati Serabut Kelapa Lampung Barat
Senin, 30 Agustus 2010
Liwa, Lampung Barat (ANTARA News) - Negara China andalkan pasokan serabut kelapa (Coco Fiber) dari Lampung Barat, setiap bulanya daerah ini mampu memasok 150 ton lebih serabut kelapa.

"Negara China masih andalkan pasokan serabut kelapa dari Kabupaten Lampung Barat, bahkan setiap bulannya pasokan serabut kelapa semakin meningkat," kata Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan dan Pasar, Kabupaten Lampung Barat, Zukri Amin, di Liwa, Minggu.

Dia menjelaskan, sejak permintaan serabut kelapa tinggi, petani kelapa mulai produktif.

"Permintan serabut kelap semakin tinggi, membuat produktifitas petani semakin baik, bahkan tingkat perekonomian petani kelapa meningkat hingg lima persen," kata dia.

Kemudian lanjut dia, pengelolaan serabut kelapa akan dapat meningkatkan laju pembangunan di daerah.

"Usaha serabut kelapa yang telah terkelola, tentu akan dapat memberikan kontribusi besar pada pembangunan di Lampung Barat, selain itu, pertumbuhan ekonomi masyarakat petani akan semakin baik," kata dia.

Potensi perkebunan kelapa di Kabupaten Lampung Barat melimpah, membuat pemerintah setempat membangun pusat pengelolaan kelapa di Pekon Marang, Kecamatan Pesisir Selatan, Lampung Barat.

Pembangunan Kawasan Agro Industri Terpatu (KUAT) di Lampung Barat di atas lahan seluas 10 hektar, mampu memanfaatkan potensi buah kelapa, menjadi produk yang memilki nilai ekonomi tinggi, dan mampu menyumbang PAD untuk pembangunan di daerah ini.

Negara China sebagai konsumen terhadap pendistribusian serabut kelapa (Coco Fiber), dari Kabupaten Lampung Barat, membawa peluang sendiri terhadap komoditas kelapa, pasalnya sebelum diolahnya serabut ini, petani hanya membuang kulit kelapa tersebut.

Hingga saat ini potensi kelapa di Kabupaten Lampung Barat mencapai 6.326 pohon dengan total produksi mencapai 31.059.600 butir per tahun atau 86.277 butir per hari.

Petani kelapa biasa menjual serabut kelapa mentah pada pabrik mencapai 8.000 hingga 10.000 buah, dengan harga mencapai Rp40 per buah.

Pabrik pengolahan serabut kelapa memiliki mesin pengolahan DC sebanyak tiga buah, tetapi yang baru dioperasikan hanya dua unit, yang mampu menghasilkan serabut kelapa hingga tiga ton per hari.

Pasokan serabut kelapa ke China setiap bulanya mencapai 150 ton lebih, dengan harga serabut kelapa mencapai Rp2.500 per kilonya.

Sementara itu Bupati Lampung Barat, Mukhlis Basri mengatakan, pengolahan serabut kelapa di Lampung Barat membawa dampak pada peningkatan taraf hidup petani.

"Pabrik pengolahan kelapa ini, yang difokuskan pada serabut kelapa, akan berdampak besar bagi perekonomian petani yang ada di daerah ini. Pasalnya, dengan dikelolanya serabut kelapa, maka petani dapat memanfaatkan buah kelapa dengan maksimal tanpa satupun yang terbuang," kata dia.

Bupati menjelaskan, potensi komoditas kelapa di Lampung Barat berlimpah.

"Komoditas kelapa di daerah ini sangat berlimpah, sehingga menjadi peluang bagi investor untuk bermitra dengan pemkab, yang nantinya pengelolaan dipastikan investor akan mendapatkan keuntungan," kata dia lagi.

Dia menambahkan, komoditas kelapa akan terus di kembangkan.

"Kami akan terus memberikan bimbingan dan binaan terhadap petani, agar produktifitas kelapa akan semakin meningkat, seiring dengan meningkatnya permintaan akan produk olahan kelapa ini," katanya. (ANT-049/K004)

Sumber: AntaraNews

5 Berita Terbaru
Mendag: Krisis Gandum Rusia Tak Pengaruhi RI
Rabu, 08 September 2010 Jakarta - Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menyatakan terjadinya krisis gandum di negara produsen gandum Rusia tak pengaruhi signifikan bagi suplai gandum ke Indonesia. Pasalnya, impor gandum Indonesia dari Rusia relatif kecil.

&...

Ekpor ke Rusia Ditargetkan US$ 1 Miliar Dalam 5 Tahun
Rabu, 08 September 2010 Jakarta - Pemerintah mentargetkan ekspor ke Rusia mencapai US$ 700 juta- 1 miliar dalam 5 tahun ke depan. Tahun ini target ekspor Indonesia ke Rusia diharapkan mencapai US$ 400-500 juta.

Menurut Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, ...

Indonesia Harus Tegas Berdiplomasi Soal Batas RI-Malysia
Senin, 06 September 2010 Kupang (ANTARA News) - Pengamat Hukum Internasional dari Universitas Nusa Cendana Kupang Wilhelmus Wetan Songa, SH.MHum, berpendapat, utusan Indonesia dalam perundingan masalah perbatasan kedua negara di Kota Kinabalu, Negara Bagian Sabah, Malaysia, ...

Obama: Pendarahan Ekonomi AS Berhasil Dihentikan
Minggu, 05 September 2010 Washington (ANTARA News/Reuters) - Presiden Barack Obama, Sabtu, membela berbagai kebijakannya yang disebutnya telah berhasil "menghentikan pendarahan dalam ekonomi Amerika Serikat".

Orang nomor satu Amerika Serikat itu juga ...

24 September, Obama-ASEAN Bertemu di New York
Minggu, 05 September 2010 Washington (ANTARA News) - Pertemuan puncak Presiden Amerika Serikat Barack Obama dengan para pemimpin Asia Tenggara telah dijadwalkan pada 24 September di New York, kata seorang pejabat senior AS, Jumat.

Pertemuan puncak itu, yang tel...

Jepang Belajar Keragaman Budaya Indonesia
Kamis, 02 September 2010 Bogor (ANTARA News) - Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Kojiro Shiojiri, Rabu, mengemukakan, bangsa Jepang ingin belajar dari keragaman dan kekayaan budaya bangsa Indonesia.

Dalam siaran pers yang dikirimkan ke redaksi ANTARA, Kojiro ...

Presiden: Tuntaskan Perundingan Dengan Malaysia
Kamis, 02 September 2010 Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan, perundingan batas wilayah Indonesia-Malaysia dapat segera dilakukan dan dituntaskan agar tidak terjadi insiden yang mengganggu hubungan kedua negara.

"Pemerinta...

Fed AS Peringatkan Pemulihan Ekonomi Terlihat 'seret'
Rabu, 01 September 2010 Washington (ANTARA News/AFP) - Serangkaian data ekonomi yang buruk menunjukkan pemulihan Amerika Serikat "seret" dalam beberapa bulan mendatang, komite utama Federal Reserve mengatakan dalam risalah pertemuan yang dipublikasikan Selasa.

Menkeu: Waspadai Perlambatan Pemulihan Ekonomi Eropa
Selasa, 31 Agustus 2010 Jakarta (ANTARA News) - Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan akan mewaspadai potensi perlambatan pemulihan ekonomi di negara-negara Eropa yang saat ini masih menghadapi kemungkinan terjadinya kembali krisis ekonomi global.

&qu...

India Perkirakan Pertumbuhan Kuartalan Hampir 9 Persen
Selasa, 31 Agustus 2010 New York (ANTARA News/AFP) - Ekonomi India diyakini telah tumbuh hampir sembilan persen pada kuartal pertama fiskal, laju tercepat dalam lebih dari dua tahun, yang didukung oleh kinerja industri yang kuat, ekonom mengatakan.

Badan Sta...

DPRD Mamuju Minta Pemerintah Tegas Soal Malaysia
Selasa, 31 Agustus 2010 Mamuju (ANTARA News) - DPRD Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) meminta pemerintah tegas soal Malaysia karena dianggap sudah mencabik-cabik kedaulatan bangsa.

"Tindakan negara Malaysia yang menyudutkan negara kita su...

Dubes Singapura Kunjungi Biak Jajaki Kerjasama
Senin, 30 Agustus 2010 Biak (ANTARA News) - Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Mr Ashok Kumar Mirpuri, Senin pagi, mengunjungi kabupaten Biak Numfor, Papua untuk menjajaki kerja sama dengan Pemkab setempat.

Kedatangan Dubes Singapura Ashok Kumar Mirpuri d...

China Minati Serabut Kelapa Lampung Barat
Senin, 30 Agustus 2010 Liwa, Lampung Barat (ANTARA News) - Negara China andalkan pasokan serabut kelapa (Coco Fiber) dari Lampung Barat, setiap bulanya daerah ini mampu memasok 150 ton lebih serabut kelapa.

"Negara China masih andalkan pasokan serabut k...

Bangladesh Kirim 45.000 PRT ke Singapura
Senin, 30 Agustus 2010 Dhaka (ANTARA News/AFP) - Singapura akan merekrut 45.000 pembantu rumah tangga (PRT) Bangladesh dalam upaya mendorong ekspor tenaga kerja negara miskin itu, setelah pekerjaan di Timur Tengah dan tempat lain di Asia mengering, seorang pejabat mengatak...

Mengenal Staf PKSI

Juriah Indah Hati

profil



Arsip Berita
Potensi Hengkangnya Investasi Malaysia Bukan Ancaman
Mendag: Krisis Gandum Rusia Tak Pengaruhi RI
Ekpor ke Rusia Ditargetkan US$ 1 Miliar Dalam 5 Tahun
Indonesia Harus Tegas Berdiplomasi Soal Batas RI-Malysia
Obama: Pendarahan Ekonomi AS Berhasil Dihentikan
24 September, Obama-ASEAN Bertemu di New York
Jepang Belajar Keragaman Budaya Indonesia
Presiden: Tuntaskan Perundingan Dengan Malaysia
Fed AS Peringatkan Pemulihan Ekonomi Terlihat 'seret'
Menkeu: Waspadai Perlambatan Pemulihan Ekonomi Eropa
India Perkirakan Pertumbuhan Kuartalan Hampir 9 Persen
DPRD Mamuju Minta Pemerintah Tegas Soal Malaysia
Dubes Singapura Kunjungi Biak Jajaki Kerjasama
China Minati Serabut Kelapa Lampung Barat
Bangladesh Kirim 45.000 PRT ke Singapura
Kuwait Surplus Anggaran 22,4 Miliar Dolar
Korsel Umumkan Kebijakan Tingkatkan Pasar Perumahan
Syahganda: Malaysia Tekan RI, Surat SBY Tak Digubris
Jerman Tanya Resep RI Selamat dari Krisis Global
Inilah 3 Hambatan Investasi di Indonesia
Pemerintah Diharapkan Tiru China & India
Defisit Jerman Naik Dua Kali Lipat
Pengamat: Krisis Ekonomi Global Masih Jadi Ancaman
PPATK Jalin Pertukaran Informasi dengan Vietnam
AS pasar terbesar karet Indonesia
Investasi Volkswagen Keberhasilan Diplomasi Ekonomi di Hamburg
BI Tekan Inflasi di Bawah Lima Persen Hingga 10 Tahun Kedepan
Peringkat AS, Inggris, Prancis & Jerman Berpotensi Turun
Jepang Akan Keluarkan Stimulus Baru
Ekonomi China Kalahkan Jepang
2011, Ditjen Pajak Siapkan 15 Petugas di Negara Tax Havens
Amerika dan Kanada -Iri- Pada Indonesia
Wah, Angka Kemiskinan di Taipei Cetak Rekor
Utang RI Diklaim Terendah Sepanjang Sejarah
2010, Jerman Akan Berutang 65 Miliar Euro
Akhir Tahun Pemerintah Impor Gula Kristal Putih
Indonesia Segera Tegur Malaysia
Menlu: Sinergikan Pilar Ekonomi AEC
Defisit Perdagangan Italia Naik Jadi Tiga Miliar Euro
Harga Minyak Turun Tajam Akibat Kekhawatiran Permintaan
Pemerintah Pantau Perkembangan Global
Indonesia Akan Rasakan Dampak Harga Gandum Meroket
Bank Sentral AS Janjikan Stimulus Pemacu Ekonomi
Utang Publik Jepang Capai Rekor Tertinggi
Desember, RI-AS Bakal Bahas Climate Change
Bank Dunia Bantu Rp94 Miliar Untuk Jambi
Investasi Italia di Indonesia Naik Hampir 200 Persen
Sektor Jasa AS Tumbuh Lebih Cepat dari Perkiraan
IMF: Pemulihan Rusia Masih Rapuh
Sail Banda Dorong Pertumbuhan Investasi Maluku